Langsung ke konten utama

KUDA LUMPING

 choirul rozaq
kls 9c 


Tentang Kuda Lumping

[sunting | sunting sumber]

Tarian Kuda Lumping ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari Reog. Meskipun tarian ini berasal dari JawaIndonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara[4][5] dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di MalaysiaSurinameHong KongJepang , Singapura , Inggris , dan Amerika.


Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau bahan lainnya dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang, sehingga pada masyarakat jawa sering disebut sebagai jaran kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Konon, tari kuda lumping adalah tari kesurupan. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah seorang pasukan pemuda cantik bergelar Jathil penunggang kuda putih berambut emas, berekor emas, serta memiliki sayap emas yang membantu pertempuran kerajaan Bantarangin melawan pasukan penunggang babi hutan dari kerajaan lodaya pada serial legenda reog abad ke 11.

Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.

Pagelaran tari kuda lumping

[sunting | sunting sumber]
Seorang pemudi bermain kuda lumping

Dalam setiap pagelarannya, tari kuda lumping ini menghadirkan 4 fragmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.

Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya.

Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para warok, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam bergaris merah dengan kumis tebal. Para warok ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.

Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe.

Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita membawakan tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari kuda lumping.

Jenis kuda lumping

[sunting | sunting sumber]

Para penari Jathil di pementasan Reog Ponorogo

Dari Ponorogo menyebar ke berbagai daerah hingga menjadi kuda lumping dengan ciri khas setempat, Berikut berbagai Jenis Kuda Lumping yang ada :

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERMAINAN TRADISIONAL BOLA BEKEL

 ravelia maya  anvika 9c https://www.gramedia.com/best-seller/cara-bermain-bola-bekel/ Permainan bola bekel merupakan permainan tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Di Jawa Barat juga ada permainan ini, tetapi memiliki nama yang berbeda, yakni beklen yang artinya ialah bekal dan biji bekelnya disebut sebagai kuwuk. Permainan bola bekel umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Walau begitu, tak sedikit anak laki-laki yang memainkan bahkan ahli dalam bermain bola bekel. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang atau lebih, tetapi untuk memainkannya dilakukan secara perorangan. Permainan bola bekel dapat dilakukan dengan menggunakan bola karet serta beberapa biji bekel yang biasanya berjumlah 5-12 biji. Cara Bermain Bola Bekel Berikut panduan lengkap cara memainkan bola bekel. Siapkan satu bola bekel dan minimal 5 biji bekel. Semua pemain melakukan hompimpa dan suit untuk urutan pemain. Sesi awal permainan Bola bekel dilambungkan ke udara, kemuidan dilanjutkan dengan men...

PIKATAN WATER PARK

 nama:tegar eka ramadhani kelas:9c PIKATAN WATER PARK😁😂 DILANGSIR DARI=https://regional.kompas.com/read/2022/07/05/060000278/pikatan-waterpark-temanggung--daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka-?page=all KOMPAS.com - Pikatan Waterpark merupakan salah satu obyek wisata yang sangat populer di Temanggung, Jawa Tengah. Lokasi ini tepatnya berada di Komplek Pikatan Park Jalan Raya Pikatan, Mudal, Temanggung, Jawa Tengah. Kawasan ini merupakan obyek wisata keluarga berupa kolam renang. Pikatan Waterpark merupakan kolam renang bertaraf nasional. Kawasan ini juga terdapat kolam renang anak-anak maupun aula bermain. Area ini dibangun dengan 10 waterslide sepanjang lima sampai 50 meter. Antara lain terdiri dari, sebanyak lima buah kolam termasuk kolam prestasi, mainan ember tumpah, permainan sliding sepanjang 21 meter serta jembatan goyang. Harga tiket Pikatan Waterpark pada weekdays Rp 15.000 dan Weekend Rp 20.000 Jam Buka Pikatan Watepark Temanggung Pikatan Waterpark buka mulai pukul 08.00 ...

PERMAINAN TRADISIONAL KELERENG

   dimas aditya bagaskoro kelas9c  Permainan Tradisional DILANSIR DARI : https://kumparan.com/kabar-harian/mengenal-permainan-kelereng-cara-bermain-dan-model-permainannya-1wSJv54W22J/full Permainan kelereng adalah jenis permainan tradisional yang berbentuk bulat dan terbuat dari kaca, tanah liat, atau agate. Ukuran kelereng umumnya memiliki diameter ½ inci atau 1,25 cm dari ujung ke ujungnya. Cara Bermain Permainan Kelereng Kelereng adalah permainan yang bisa dimainkan secara ramai-ramai, baik individu melawan individu, maupun kelompok melawan kelompok. Mengutip dari buku Permainan Tradisional: Prosedur dan Analisis Manfaat Psikologis karya Iswinarti, berikut cara bermain kelereng. Pemain harus membuat lubang di tanah minimal sebesar kelereng, yang telah disepakati oleh para pemain lainnya. Bila lebih dari 2 orang, pemain harus dibagi menjadi 2 kelompok. Permainan telah dimulai dengan melemparkan kelereng masing-masing ke arah mendekati lubang yang sebelumnya dibuat. Pem...